Selasa, Maret 24, 2009

Rekiblik Etekewer

TANGISAN KURSI KAYU vs NYANYIAN BADUT

Rekiblik Etekewer dalam hitungan hari akan memasuki sebuah babak lanjutan penentuan nasib lima tahun kedepan sejak merdeka 64 tahun lalu। Setelah 12 tahun peristiwa repotnasi, rekiblik ini telah berubah wajah. Wajah itu kini dipenuhi make up merk korupsi dan lipstik ambisi.

Hanya beberapa hari lagi Rekiblik Etekewer menggelar hajat tahunan, para badut sirkus dagelan pulitik berebut tebar pesona di panggung tanda tanya, mengumbar janji-janji dengan hati berbulu Apapun ditempuh dan dilakukan, mulai dari strategi tipu muslihat sampai penghamburan uang yang tak jelas asal-usul halalnya Demi berebut kursi empuk yang menjanjikan bagi perut dan ambisi para badut.

Konon sich kabarnya, para eyang pendiri rekiblik ini membuat kursi empuk itu untuk lidah amanat rakyat yang dititipkan pada yang mendudukinya, itu konon kabarnya lho, sekarang???.... ya jangan tanyakan… lho kok begitu, lha bagaimana tidak begitu, untuk duduk disitu saja cara-cara merampas hak orang, mengambil yang bukan miliknya, tipu sana sini intinya semua cara dilakukan kok, kalau dah duduk ya cari pulihan modal dan kenyangkan perut biar tambah buncit, perut buncit kan tanda sudah makmur tho….. Wach ternyata mahal juga ya harga kursinya, harus dibayar dengan segala macam cara biar dapat, tidak peduli apakah sesuai dengan kepantasan pranata atau tidak.

Beberapa waktu lalu masih ditengah masa pesta pora hajatan, media elektronik menampilkan kejadian di belahan lain dari Rekiblik Etekewer, jurusan timur tepatnya di kota Melintang ada sebuah sekolah yang juga berebut dan mempertahankan kursi dengan sengit.

Tarik menarik, perdebatan sengit saling tawar waktu tak terhindarkan. Tidak tanggung-tanggung para murid beserta gurunya harus mendekap kursi-kursi itu sambil menangis agar tidak diambil dari mereka, sebab kursi itulah satu-satunya yang dimiliki dan dipakai selama ini untuk merajut harapan masa depan yang belum tentu bersahabat pada mereka, bahkan sambil bersujud dalam doa mengucapkan kata yang terbata-bata sembari menahan isak tangis. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan hak perlindungan ketentraman di saat sedang ujian harus menanggung beban psikologis, bukan untuk kursi sofa empuk melainkan kursi kayu yang keras guna merajut harapan masa depan mereka dengan fasilitas sangat minim dan terbatas, tidak lebih.

Lagi-lagi jangan tanyakan ini salah siapa dan tanggungjawab siapa, lha wong sudah tahu sama tahu kan???..... yang paling pasti itu bukan beban tanggung jawab anak-anak sekolah tersebut. Jika sudah begini perilaku klasik memuakkan pasti ditampilkan di panggung yaitu saling tuding dan lempar tanggung jawab.
Satu lagi pemandangan yang sangat tragis dan ironis di Rekiblik Etekewer. Demi sepotong kursi kayu keras, fasilitas minim dan terbatas, harus dibayar dengan beban psikologis anak-anak dan sujud doa yang terbata-bata menahan sesak tangis, di tengah pesta pora para badut membeli kursi empuk, alangkah jauh lebih mahalnya kursi kayu keras di rekiblik ini……

Haruskah Rekiblik Etekewer menjadi sarang bagi manusia-manusia tak berhati???... Kursi empuk dan mewah dijual dengan harga teramat murah, badut saja dapat membelinya sambil tertawa tanpa menawar, namun kursi kayu yang keras dijual teramat sangat mahal, harus dibayar dengan isak tangis, sujud doa yang terbata-bata, beban psikologis anak-anak dan kegamangan akan masa depan.

Semoga kisah nyata ini menjadi sebuah pelajaran berharga guna Meraih Sukses Merdeka yang memerdekakan dan menyejahterakan, bukan sebaliknya.

( Andrey Subiantoro, Ir )

Selasa, Maret 17, 2009

Pygmalion

HUKUM BERPIKIR POSITIF PYGMALION

Berikut adalah materi tulisan yang sangat baik sebagai pembelajaran bagi diri kita dalam rangkaian Belajar Bersama Meraih Sukses. Materi tulisan tentang Hukum PYGMALION yaitu Pola Berpikir Positif. Seperti diketahui bahwa pola pikir positif memiliki dampak yang besar dan dahsyat, semoga dapat dijadikan referensi untuk Merevolusi Diri guna Meraih Sukses Merdeka yang dicita-citakan.

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguhpiawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan karena kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
Apabila lapangan yang berada di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini." Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu.
Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya." Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk , melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, sebaliknya justru ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yangsangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah, sebagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk menggambarkan dampak pola berpikir positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita. Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas. Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya kita ini dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur. Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu sehingga disebut Hukum Berpikir Positif Pygmalion. Kita tentu tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk ," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati.
Warna hidup seseorang memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only........ ....how nice!!!!
Salam Sukses,
Andrey Subiantoro, Ir

Kamis, Maret 12, 2009

Belajar Bersama Meraih Sukses

ILUSTRASI UNTUK MEREVOLUSI DIRI

Dalam Belajar Bersama Meraih Sukses, mengambil ilustrasi Kisah Lima Ekor Monyet sebagai bahan inspirasi, setidaknya sadar atau tidak sadar mendekati dalam mewakili kondisi dan karakter banyak orang. Sebagai manusia kita butuh inputan agar memberikan pencerahan guna merevolusi diri berkembang ke arah yang lebih baik, merupakan salah satu bentuk Kiat Sukses. Kiat Sukses atau cara-cara yang dilakukan tergantung kesesuaian dari tiap individu, di mana antara yang satu saling berbeda dengan lainnya. Melalui ilustrasi ini saya ingin sedikit memberikan pencerahan dan mengajak siapa saja untuk Belajar Bersama Meraih Sukses agar dalam kehidupan kita boleh mengalami Meraih Sukses Merdeka, baik finansial maupun kehidupan sehari-hari, Amin.

Hasil suatu penelitian terhadap perilaku monyet yang dilakukan oleh para profesor di USA, 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu kandang/ ruangan kosong secara bersama-sama. Kita istilahkan saja monyet A dan monyet B. Dalam ruangan dipasang sebuah tiang, di atas tiang diletakkan beberapa sisir pisang yang sudah matang. Selanjutnya apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?. Ternyata setelah berorientasi dengan keadaan lingkungan dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut. Monyet A mencoba memanjat tiang, begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpeleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, disemprot dan jatuh lagi, demikian berulang-ulang sampai monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B, mengalami kejadian serupa seperti apa yang dialami oleh monyet A, sehingga akhirnya menyerah juga. Selanjutnya monyet C dimasukkan ke dalam ruangan, yang menarik disini adalah para profesor tidak lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi. Di sini point Meraih Sukses Merdeka dalam materi Belajar Bersama Meraih Sukses dari monyet C (mendapatkan pisang) terpatahkan.
Selanjutnya kita akan menemukan sebuah karakter seperti apa yang dibutuhkan dalam Belajar Bersama Meraih Sukses agar Meraih Sukses Merdeka itu dapat diwujudkan sebagai salah satu kesuksesan. Tindakan yang dilakukan oleh para profesor kemudian adalah mengeluarkan monyet A dan B, monyet C tetap ditinggal, lalu memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba meraihnya. Monyet C bertindak berdasar naluri spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”. Ada teman-teman yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C. Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas. Kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik. Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E mendapatkan pisang yang diinginkannya. Sampai disini sudahkah anda temukan karakter yang sesuai dalam Belajar Bersama Meraih Sukses sehingga Meraih Sukses Merdeka yang dicita-citakan terwujud?....

Bahan Renungan :

Rekan-rekan, setelah anda membaca ilustrasi di atas, manakah diantara karakter yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?.
1. Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka.
2. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.
3. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.
Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian untuk masa depannya yaitu agar Meraih Sukses Merdeka. Sayangnya banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, menyebabkan impian kita terkubur. Orang-orang dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal seperti ini ”Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan seperti itu, percuma. Saya pernah melakukannya berkali-kali dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya (sebuah sikap yang sangat manusiawi bukan???...). Ada bahasa lain seperti misalnya ” kamu mau gagal kayak si Anu ?”, lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-hal seperti itu sering kita dengar sehari-hari ? atau mungkin anda sendiri pernah melakukannya dan mengatakan kepada teman baik anda?... Belajar Bersama Meraih Sukses bukanlah belajar mematahkan melainkan menunjukkan kiat Meraih Sukses Merdeka, terlebih dari itu yaitu tindakan dengan motivasi kuat untuk maju kedepan dengan mempelajari untuk mengantisipasi setiap tantangan dan resiko yang menghadang. Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam setiap menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya. Kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukan untuk ditakuti, oleh sebab itu penting di sini menanamkan motivasi kuat, positif dan maju, merupakan beberapa hal yang berkaitan untuk dijadikan kiat Meraih Sukses Merdeka.

Ilustrasi lain untuk melengkapi :
Bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal, mau pinjamin saya modal 100 dollar ? karena kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia ”, apa yang akan anda lakukan?.. Mungkin hampir banyak orang akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tersebut, bahkan mungkin menganggapnya gila. Kita lihat ada berapa banyak orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-sama kaya ?” Mungkin hanya satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada, termasuk kelompok yang manakah anda?.... Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ? Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya. Dikelilingi orang bertype ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Bill Gates untungnya termasuk golongan orang dengan karakter type E. Melalui pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya. Rekan-rekan yang disayangi Tuhan, saya yakin anda semua adalah orang dengan golongan type E, setidaknya karena anda mau belajar bersama meraih sukses, berbagi bersama mendapatkan sukses, dan maju bersama untuk menggenggam impian Meraih Sukses Merdeka, hal itulah diantaranya yang dapat dijadikan sebagai kiat untuk sukses. Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Ambil keputusan dan lakukan, lepaskan ego dan gengsi, hadapi semua rintangan dan raih impian yang anda cita-citakan. Tuhan sudah sangat sering memberikan kesempatan untuk merubah hidup namun selalu diabaikan. Lakukan yang terbaik buat orang tua, buat masa depan anak-anak kita, buat istri/suami/pacar dan buat semua orang yang kita cintai dan kasihi. Kita semua pasti punya keinginan pada sebuah perubahan, berubah kearah yang lebih baik dan memerdekakan. Mari melalui ilustrasi Belajar Bersama Meraih Sukses secara singkat dengan kiat sukses ini kita wujudkan impian kita tersebut yaitu impian Meraih Sukses Merdeka. Hal penting disampaikan dalam Belajar Bersama Meraih Sukses yaitu open mind, fokus, kita harus mulai membuka diri, rubah dan arahkan selalu mainframe berpikir anda kepada hal-hal yang bersifat positif, tanamkan motivasi kuat dan optimis untuk sukses, smart work dan bersikap seperti seorang pemenang.


Salam Sukses,
Andrey Subiantoro, Ir


( Sumber : Rangkuman dari berbagai sumber inspiratif )